Pernyataan Sikap Kammi Daerah Istimewa Yogyakarta Memperingati Hari Pendidikan Nasional


PENDIDIKAN INDONESIA HARUS MEMANUSIAKAN DAN MEMBEBASKAN

milad kammi

Hari Pendidikan Nasional diperingati oleh segenap rakyat Indonesia setiap tanggal 2 Mei. Namun, setelah 68 tahun Indonesia merdeka, kita menghadapi berbagai macam masalah dalam dunia pendidikan yang berakar dari sistem pendidikan yang tidak manusiawi dan menindas.

Kita semua sadar bahwa pendidikan menjadi tonggak penentu bangsa indonesia yang tercantumdalam tujauan negara Indonesia. Pembukaan UUD 1945 telah menyatakan bahwa negara Indonesia bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum, yang berarti bahwa tujuan dan pendidikan Indonesia seutuhnya adalah memanusiakan seluruh peserta didik dan membebaskan seluruh rakyat Indonesia dari kebodohan, kemiskinan, dan ketertindasan.

Akan tetapi, hingga saat ini, kita masih menemui sebuah fenomena bahwa pendidikan Indonesia saat ini justru tidak manusiawi dan menindas rakyat yang seharusnya ia cerdaskan. Pendidikan hanya menjadikan manusia sebagai mesin yang siap digunakan untuk produksi kapitalis global. Kita bisa melihat, misalnya, adanyaUU Nomor 12 tahun 2012 yang jelas-jelas merupakan upaya lepas tangan pemerintah terhadap pengelolaan perguruan tinggi, dengan menyerahkannya kepada mahasiswa dan dunia industri. Sehingga, adanya UU Pendidikan Tinggi ini hanya akan membuat biaya perkuliahan akan semakin mahal, membebaskan kepentingan-kepentingan asing masuk dalam dalam dunia pendidikan, dan pada akhirnya berakibat pada terbuka lebarnya proses liberalisasi pendidikan di Indonesia.

Di sisi lain,adanya kebijakan baru tentang Uang Kuliah Tunggal di beberapa kampus negeri justru semakin menegaskan adanya upaya pemerintah untuk menyerahkan pembiayaanpendidikan tinggi kepada calon mahasiswa. Kebijakan ini jelas sangat jauh darisemangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Selain itu,kurikulum 2013 yang akan diimplementasikan juga menyiratkan adaya permasalahan dalam dunia pendidikan kita. Kurikulum 2013 ini adalah kurikulum yang diadopsi dari kurikulum di Amerika Serikat dan sebetulnya sudah dinyatakan gagal. Dari hasil kajian KAMMI DIY, kami menemukan fakta bahwa kurikulum 2013 justru akan membuat peran guru menjadi terbatas dan cara pandang serta pola pikir siswa akan menjadi sangat mekanis dan tidak mampu berpikir secara kritis untukkemajuan bangsa Indonesia.

Sementara itu,siswa-siswa di sekolah menengah dan sekolah dasar setiap tahun dihantui oleh sistem evaluasi pendidikan yang bernama Ujian Nasional (UN). UN yang bertujuan untuk mengetahui kualitas pendidiakan siswa di masing-masing sekolah ternyata gagal memenuhi tujuan yang ia buat sendiri dengan adanya kecurangan, sistem yang menimbulkan kerumitan birokratis, serta ketidakjujuran yang melibatkan siswa, guru, maupun oknum pengawas. UN tidak manusiawi karena minimnya penghargaan terhadap usaha dari siswa yang telah menempuh pendidikan ditentukan selama 9tahun, dan justru mereduksi tujuan pendidikan itu sendiri.

Masalah-masalah tersebut membuat Indonesia semakin terpuruk. Oleh sebab itu, dalam rangka Hari Pendidikan Nasional ini,  Kesatuan AksiMahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk mengembalikan semangat pendidikan Indonesia kepada semangat pendidikan yang memanusiakan dan membebaskan sebagaimana diamanatkan oleh para pendahulu bangsa ini di bidang pendidikan.

Untukmewujudkan PENDIDIKAN YANG MEMANUSIAKAN DAN MEMBEBASKAN TERSEBUT, KAMMI Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan sikapsebagai berikut:

1)     Mendesak kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghapus Sistem Ujian Nasionaluntuk Sekolah Menengah dan Sekolah Dasar dan menggantinya dengan sistem yang lebih memanusiakan peserta didik;

2)    Mendesak Mahkamah Konstitusi untuk mengabulkan permohonan uji materiil UU Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi dan mencabut keseluruhan isi UU tersebut

3)    Mendesak kepada pemerintah untuk meninjau ulang penerapan kurikulum 2013 dan mengkaji ulang formulasi kebijakannya

4)    Mendesak kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk membatalkan kebijakan Uang Kuliah Tunggal dan memberikan biaya kuliah yang murah dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Wujudkan Pendidikan Indonesia yang Memanusiakan dan Membebaskan!

Revolusi Pendidikan Indonesia!

Hidup Mahasiswa Indonesia!

YOGYAKARTA, 2 MEI 2013

KETUA UMUM KAMMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Kartika Nurrakhman, SP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s