Kebangsaan dan Kerawanan


Saat ini tawuran menjadi berita yang biasa disaksikan oleh masyarakat. Setiap hari hampir selalu saja ada berita tentang tawuran maupun kerusuhan antar warga. Dan sebagian besar hal itu disebabkan karena persoalan sepele. [1] Dalam sebuah masyarakat, misalnya saja yang tejadi di beberapa titik rawan tawuran di Jakarta, konflik terjadi karena perbedaan pendapat atas suatu masalah. Pada satu waktu hal ini bisa mereda, namun dengan sedikit pemicu dan menyebabkan tawuran yang menimbulkan korban jiwa. Tawuran hanyalah salah satu bentuk dari kerawanan social masyarakat.

Definisi kerawanan sosial

Menurut definisi, kerawanan social adalah suatu keresahan social yang berkepanjangan, yang diakibatkan oleh proses konflik yang ditimbulkan dari perbedaan pendapat suatu masyarakat/kelompok golongan tertentu.

Environmental Vulnerability Index (EVI) menyebutkan bahwa kerawanan social adalah struktur social dari suatu komunitas atau masyarakat terkena shock atau stres yang biasanya disebabkan oleh perselisihan ekonomi, perubahan lingkungan, kebijakan pemerintah atau bahkan disebabkan oleh kejadian internal dan kekuatan yang dihasilkan dari kombinasi beberapa faktor. Struktur sosial yang dimaksud adalah relasi-relasi sosial yang penting dalam menentukan tingkah laku manusia, dan jika relasi sosial itu tidak dilakukan dalam suatu masyarakat, maka masyarakat tersebut tidak terwujud lagi.

Lain lagi dengan pendapat Ballesteros yang menyebutkan bahwa kerawanan sosial adalah ketidakmampuan seseorang, kelompok, organisasi, dan masyarakat dalam menghadapi dampak negatif dari risiko berbagai tekanan (ekonomi, politik, lingkungan, dan sebagainya). Dampak negatif ini sebagian diakibatkan oleh karakteristik-karakteristik yang ada di dalam interaksi sosial, institusi, dan sistem nilai-nilai budaya.

Kementrian pertahanan Republik Indonesia lebih rinci memberikan penjelasan tentang kerawanan social, yaitu suatu keresahan sosial yang berkepanjangan, yang diakibatkan oleh proses konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan pendapat suatu masyarakat/kelompok golongan tertentu, dengan pemecahan dan penyelesaian masalah yang tidak memuaskan masyarakat/kelompok golongan tertentu.

Dari beberapa definisi diatas maka penyebab kerawanan social bisa disebabkan oleh dampak negative berbagai tekanan ekonomi, politik, budaya maupun lingkungan. Kerawanan social ini menjadi ancaman serius bagi keutuhan bangsa dan Negara.

Kebangsaan sebagai ancaman dan pemersatu

Bangsa dan/atau negara kebangsaan (bahasa Inggrisnation state) adalah suatu istilah politik yang berarti warga negara yang tinggal di suatu negara juga merupakan bangsa yang sama. Negara kebangsaan modern adalah negara yang pembentukannya didasarkan pada semangat kebangsaan[2] –atau nasionalisme– yaitu pada tekad suatu masyarakat untuk membangun masa depan bersama di bawah satu negara yang sama walaupun warga masyarakat tersebut berbeda-beda agama, ras, etnik, atau golongannya.

Negara Kesatuan Republik Indonesia terdiri dari ratusan etnik, yang berbeda-beda budayanya namun pada tahun 1945 puluhan juta rakyat itu meneguhkan diri untuk bersatu dalam sebuah Negara. Negara yang dibentuk ini bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, melindungi segenap tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum dan turut menjaga perdamaian dunia.

Dari pelbagai aspek, kondisi sosial masyarakat Indonesia sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini dapat diambil kesimpulan yang menjadi sumber kerawanan sosial yaitu: Pluralitas kondisi sosial yang tidak tertata dan terbina dengan baik, pembagian hasil Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak adil terhadap daerah, multi partai dalam kehidupan demokrasi dan tuntutan HAM, keterpurukan perekonomian Negara, radikalisme kelompok masyarakat dan terorisme bom dari dalam maupun luar negeri, reparatisme dan perlawanan bersenjata sebagian rakyat yang menentang pemerintah, dekadensi moralitas bangsa, akibat tidak diamalkan dengan baik: Pancasila sebagaistatefundamentalnorm dan Lambang Negara dengan motto Bhinneka Tunggal Ika (Plural Monolistik), Sumpah Pemuda dan jiwa patriot.

Bentuk NKRI ini merupakan salah satu cara yang efektif untuk menekan dan mencegah timbulnya kerawanan social. Dengan bentuk kesatuan maka rasa persaudaraa akan semakin menguat. Apalagi ditambah dengan kultur Indonesia yang menekankan semangat gotong royong.

Kesatuan berbangsa ini telah ditegaskan dengan satu kesatuan bangsa, satu tanah air dan berbahasa satu. [3] Kesatuan berbangsa bisa menjadi kunci pemersatu namun juga menjadi sebuah ancaman. Tapi dengan semangat kebangsaan ini ancaman kerawanan social dapat diminimalisir, karena sampai detik ini, setelah 68 tahun merdeka, Indonesia masih mampu bertahan menghadapi berbagai persoalan dengan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. l

Oleh: Triyanto Mekel


[1] Beberapa pekan terakhir media ramai memberitakan seorang pelajar yang terlibat tawuran dan menyiram air keras pada para penumpang di bus. Tingkah polah kenakalan remaja ini menjadi ancaman serius bagi keamanan masyarakat, apabila tidak ditangani segera. Dan akan menjadi kerawanan social.

[2] Dalam teorinya, Ben Anderson mengemukakan sebuah teori bahwa Indonesia ini dibangun atas dasar imajinasi, sebuah cita-cita bersama. Indonesia adalah sebuah bangsa yang ia definisikan sebagai imagined communities.

[3] Inilah rumusan Sumpah Pemuda yang dideklarasikan pada tahun 1928. Bertanah air, berbangsa dan berbahasa, semangat inilah yang menyatukan Negara Indonesia hingga saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s