Demokrasi Liberal dan Good Governance


KAMMI DIY– Abraham Lincoln, mengartikan demokrasi sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Amerika, yang mengklaim dirinya sebagai Bapak Demokrasi, adalah penganut demokrasi liberal. Menurut laman Wikipedia, Demokrasi Liberal atau disebut juga demokrasi konstitusional adalah sistem politik yang melindungi secara konstitusional hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah. Dalam demokrasi liberal, keputusan-keputusan mayoritas (dari proses perwakilan atau langsung) diberlakukan pada sebagian besar bidang-bidang kebijakan pemerintah yang tunduk pada pembatasan-pembatasan agar keputusan pemerintah tidak melanggar kemerdekaan dan hak-hak individu seperti tercantum dalam konstitusi.

Dari definisi itu, maka bisa diambil beberapa hal pokok demokrasi liberal yang menjadi prasyarat sebuah Negara yang akan menganut demokrasi liberal, yaitu; Pertama, adanya perlindungan konstitusional hak-hak individu dari kekukasaan pemerintah yang sewenang-wenang. Demokrasi liberal sangat menekankan ada kemerdekaan individu dan hak asasi setiap individu, maka pada umumnya Negara yang menganut demokrasi liberal juga berkembang pesat pengakuan hak-hak individu warga Negara. Hak itu seperti hak hidup, hak kemerdekaan, hak mencari pekerjaan, hak berkeyakinan, dan sebagainya. Serta terjaminnya perlindungan dan hak kaum minoritas.

Selain itu, termasuk di dalam demokrasi liberal adalah kebebasan dalam sektor ekonomi. Maka dalam demokrasi Negara, campur tangan pemerintah atas pasar sangat dibatasi pada beberapa aspek saja. Termasuk kebebasan yang dijamin konstitusi adalah kebebasan berpendapat, berserikat serta memperoleh informasi.

Kedua, kekuasaan Negara terbagi atas beberapa kekuasaan. Menganut teori Montesque, kekuasaan dalam demokrasi liberal terbagi menjadi kekuasaan legislative, eksekutif dan yudikatif. Ketiga kekuasaan itu berfungsi untuk saling mengontrol dan menjaga keseimbangan agar tidak terjadi otoriter. Ketiga kekuasaan tersebut juga harus menciptakan akuntanbilitas, dan tranparasnsi dalam menjalankan kewenangannya. Rakyat pun mempunyai hak konstitusi untuk mengontrol jalannya pemerintahan.

Ketiga, menganut system multi partai dan pemilihan perwakilan rakyat dengan pemilihan lansung. Dalam demokrasi liberal, pasti menggunakan metode pemilihan umum untuk mendudukkan seseorang dalam jabatan legislative maupun eksekutif. Setiap orang diberikan hak untuk dipilih, dan setiap orang diberikan hak untuk memilih. Hak ini dijamin oleh konstitusi dan berlaku untuk seluruh warga Negara di dalam maupun luar negeri.

Keempat, adanya supremasi hukum dan peradilan yang bebas dan tidak memihak. Dalam demokrasi liberal semua warga Negara mempunyai kedudukan yang sama di mata hukum.

Good governance

Berdasarkan definisi yang diberikan UNDP (United National Development Programme),governance diartikan sebagai penggunaan wewenang ekonomi, politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimana warga dan kelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka, menggunakan hak hukum, mematuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan-perbedaan diantara mereka.

Sedangkan Francis Fukuyama berpendapat; “…governance as a government’s ability to make and enforce rules, and to deliver services, regardless of whether that government is democratic or subject to the rule of law.”

Selanjutnya ia mengatakan bahwa,  “…governance is about the performance of agents in carrying out the wishes of principals, and not about the goals that principals set. The government is an organization which can do its functions better or worse; governance is thus about execution, or what has traditionally fallen within the domain of public administration, as opposed to politics.”

Maka secara umum, governance dapat dipahami sebagai tata pemerintahan. Yang dimaksud adalah integrasi peran antara pemerintah (birokrasi), sektor swasta dan civil society dalam suatu aturan main yang disepakati bersama. Maka dalam aspek governance ada tiga hal penting yang saling terkait dan mempengaruhi, yaitu; pemerintah (government), swasta (private sector), dan masyarakat sipil (civil society).

Lembaga pemerintah harus mampu menciptakan lingkungan ekonomi, politik, sosial budaya, hukum dan keamanan yang kondusif. Sektor swasta berperan aktif dalam menumbuhkan kegiatan perekonomian yang akan memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan, sedangkan civil society harus mampu berinteraksi secara aktif dengan berbagai macam aktifitas perekonomian, sosial dan politik termasuk bagaimana melakukan kontrol terhadap jalannya aktifitas-aktifitas tersebut.

Maka good governance secara sederhana berarti tata pemerintahan yang baik. Untuk menciptakan good governance itu maka ada beberapa indikator yang harus terpenuhi. Pusat studi Kependudukan dan Kebijakan UGM menetapkan hanya 9 indikator, yaitu: partisipasi, penegakan hukum, transparansi, responsifitas, efektifitas, efisiensi, akuntabilitas, keadilan dan manajemen konflik. Sedangkan Asian Development Bank menegaskan adanya konsensus umum bahwa good governance dilandasi oleh 4 pilar yaitu; accountability, transparency,  predictability, dan participation. 

 Oleh: Triyanto P. Nugroho, Kadep Humas PW KAMMI DIY 2013

Referensi:

Ari Wibowo. 2013. Makalah “Demokrasi Keindonesiaan: Dari Liberalisme ke Oligarki Partai Politik.”

Loina Lalolo Krina P.2003. Indikator & Alat Ukur Prinsip Akuntabilitas, Transparansi & Partisipasi, Sekretariat Good Public Governance Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Francis Fukuyama. ___. What Is Governance?

Rowland B. F. Pasaribu. ___. Demokrasi dan Sistem Pemerntahan Negara

Yadi M. Erlangga. 2012. Makalah “Desetralisasi vs Good Governance.”

http://id.wikipedia.com/good_governance

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s