JOKOWI TIPU RAKYAT, KAMMI DIY TOLAK KENAIKAN BBM


Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla belum genap sebulan, namun telah banyak mengurangi harapan rakyat yang selama ini begitu besar. Pemerintahan Jokowi-JK berencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan berbagai alasan, mulai dari jebolnya anggaran APBN akibat subisidi BBM sampai subsidi BBM tidak tepat sasaran. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim DI Yogyakarta (KAMMI DIY) MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM dengan alasan sebagai berikut:

Pertama, Negara Indonesia lahir bertujuan untuk mensejahterakan rakyat sehingga menjadi kewajiban pemerintah yang mendapatkan mandat rakyat untuk meingkatkan kesejahteraan rakyat bukan malah membuat semakin sengsara.

Kebijakan menaikan harga BBM merupakan kebijakan yang membela kepentingan orang-orang kaya yang menggunakan mobil pribadi dan perusahaan asing yang ikut aktif menjual BBM di Indonesia. Kita ketahui bersama bahwa pengguna BBM bersubsidi dari mobil pribadi lebih besar dari motor yang menjadi sarana transportasi sebagian besar rakyat golongan klas menengah ke bawah.

Kedua, rakyat mendapatkan gambaran bahwa kenaikan harga BBM karena subsidi membengkak akibat kenaikan dollar. Harga Rupiah memang melemah dari asumsi pemerintah Rp.11.600,- menjadi kisaran Rp.12.000,- namun kita harus lebih cermat bahwa saat ini harga minyak dunia berkisar US$ 80 per barel sedangkan asumsi APBN harga minyak dunia sebesar US$ 105 perbarel, temtunya surplus yang terjadi sangat besar.

Ketiga, persediaan minyak di dalam perut bumi terus berkurang padahal pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus. Hal ini membuat permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut.

Doktrin pemerintah bahwa minyak mentah dinilai dengan harga internasional, walaupun kita mempunyai minyak mentah sendiri. Dengan kata lain, bangsa Indonesia yang mempunyai minyak harus membayar minyak ini dengan harga internasional.

Pengadaan BBM oleh Pertamina berlangsung atas perintah dari Pemerintah. Pertamina diperintahkan untuk mengadakan bensin premium setiap tahunnya, sehingga memperoleh hasil penjualan bensin premium. Kemudian Pertamina disuruh menjual BBM kepada pemerintah yang memiliki kekayaan alam Indonesia, ini aneh. Pemerintah membuat logika pemerintah membeli BBM dari hasil pengeboran Pertamina. Padahal, BBM yang dibor Pertamina di Indonesia merupakan milik Indonesia. Logika aneh harus membeli barang yang dimiliki oleh pemilik barang tersebut.

Keempat, kekayaan alam Indonesia merupakan hak rakyat Indonesia sudah menjadi kewajiban negera untuk menggunakanya demi kemakmuran rakyat. Faktanya Negara menjualnya kepada perusahaan asing. Janji Jokowi untuk menasionalisasi asset hanya isapan jempol semata.

Kelima, kenaikan harga BBM yang terjadi sebelum-sebelumnya tidak memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat yang digembor-gemborkan malah menambah jumlah rakyat miskin. Sarana transportasi umum tidak ada perbaikan, yang terjadi malah kenaikan terus menerus misalnya kenaikan tarif kereta api.

Keenam, kenaikan harga BBM akan memberikan efek domino berupa kenaikan harga kebutuhan pokok sehingga semakin membertakan kondisi rakyat Indonesia khususnya klas menengah kebawah.

Alasan pemrintah untuk menaikan harga BBM terbaatahkan dengan berbagai dasar yang KAMMI DIY kemukakan. Berbagai alasan diatas menyatakan sikap :
1. KAMMI DIY MENOLAK KENAIKAN BBM.
2. MENUNTUT PERBAIKAN SARANA TRANSPORTASI UMUM.
3. MENUNTUT TINGKATKAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

Yogyakarta, 6 November 2014

Ketua KAMMI Wilayah DIY

Aza El Munadiyan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s